Langsung ke konten utama

(Setangkai) Ungkapan untuk Guru Bangsa KH. Abdurrahman Wahid

(Setangkai) Ungkapan untuk Guru Bangsa
KH. Abdurrahman Wahid
Gus Dur engkau membawa air kepada yang kehausan
Gus Dur engkau memyiram tanah yang gersang
Gus Dur membawa kesejukan dalam suasana yang panas menyengat





Sosokmu membuat orang geram
Sosokmu membuat banyak orang terpukau
Sosokmu membuat banyak orang terkecoh

Sosokmu membuat banyak orang terheran-heran
Sosokmu membuat banyak orang tertawa

Sosokmu membuat banyak orang terinspirasi
Sosokmu membuat banyak orang ‘terbuka’

Kharisma yang terpancar dalam kepribadianmu
Membawa orang merasa segan

Kepedulian yang terpancar dalam kepribadianmu
Membawa orang merasa seseorang dibela

Kelucuan yang terpancar dalam kepribadianmu
Membawa orang merasa terhibur

Kesejukan yang terpancar dalam kepribadianmu
Membawa orang merasa seseorang nyaman

Semua orang mengetahui kau berjasa
Terlebih, bagi mereka yang teraniaya

Tuhan lebih mengetahui kau berjasa besar
Ya, berjasa bagi Bangsa dan Negara ini

Semoga Tuhan memberikan tempat yang terindah
Untuk Guru Bangsaku, KH. Abdurrahman Wahid. Amiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinamisasi Politik Berjubah Agama

Dinamisasi Politik Berjubah Agama Oleh Ahmad Suhendra Keterungkapan kasus suap impor sapi oleh KPK menjadi suatu bentuk penyadaran bagi masyarakat Indonesia. Agar masyarakat Indonesia menjadi lebih cerdas dan dewasa dalam berpolitik maupun dalam memandang politik. Begitu juga masyarakat dalam beragama. Kasus yang menimpa salah satu partai dengan ‘idiologi agama’ itu membuktikan bahwa sekalipun partai itu ‘religius’, belum tentu dapat menjalan roda perpolitikan sesuai ajaran agama seperti yang digembor-gemborkannya.

Belajar Menjaga Amanah

Saat punya anak kita perlu banyak menyesuaikan diri. Kita harus pintar membagi waktu untuk buah hati. Yah, sebagai suami tak ada masalah meringankan beban istri. Hanya dengan membantu pekerjaan istri tidak akan menurunkan derajat seorang laki-laki.

Persaudaraan Berbasis Kebangsaan

Sumber: http://www.wawasanews.com Persaudaraan Berbasis Kebangsaan he Fund for Peace  menempatkan Indonesia pada peringkat 63 dalam indeks negara-negara gagal 2012. Hal itu berkaitan dengan  meningkatnya pelanggaran dan melemahnya penegakkan HAM yang berakibat lunturnya kontrak sosial. Masyarakat Indonesia yang plural baik dari segi agama, etnis, suku dan ras dihadapkan pada kondisi disintegrasi kemanusiaan. Itu terbukti dari serangkaian kasus yang terjadi di Indonesia. Terlepas dari kompleksitas yang melatarbelakangi konflik yang terjadi di berbagai daerah, sebenarnya itu semua terkait kesukuan yang bersifat klasik. Masyarakat yang bertikai lebih mengedapankan ego-etnisisme dibanding “Persatuan Indonesia” yang sudah termakdum dalam Pancasila.