Langsung ke konten utama

(Setangkai) Ungkapan untuk Guru Bangsa KH. Abdurrahman Wahid

(Setangkai) Ungkapan untuk Guru Bangsa
KH. Abdurrahman Wahid
Gus Dur engkau membawa air kepada yang kehausan
Gus Dur engkau memyiram tanah yang gersang
Gus Dur membawa kesejukan dalam suasana yang panas menyengat





Sosokmu membuat orang geram
Sosokmu membuat banyak orang terpukau
Sosokmu membuat banyak orang terkecoh

Sosokmu membuat banyak orang terheran-heran
Sosokmu membuat banyak orang tertawa

Sosokmu membuat banyak orang terinspirasi
Sosokmu membuat banyak orang ‘terbuka’

Kharisma yang terpancar dalam kepribadianmu
Membawa orang merasa segan

Kepedulian yang terpancar dalam kepribadianmu
Membawa orang merasa seseorang dibela

Kelucuan yang terpancar dalam kepribadianmu
Membawa orang merasa terhibur

Kesejukan yang terpancar dalam kepribadianmu
Membawa orang merasa seseorang nyaman

Semua orang mengetahui kau berjasa
Terlebih, bagi mereka yang teraniaya

Tuhan lebih mengetahui kau berjasa besar
Ya, berjasa bagi Bangsa dan Negara ini

Semoga Tuhan memberikan tempat yang terindah
Untuk Guru Bangsaku, KH. Abdurrahman Wahid. Amiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinamisasi Politik Berjubah Agama

Dinamisasi Politik Berjubah Agama Oleh Ahmad Suhendra Keterungkapan kasus suap impor sapi oleh KPK menjadi suatu bentuk penyadaran bagi masyarakat Indonesia. Agar masyarakat Indonesia menjadi lebih cerdas dan dewasa dalam berpolitik maupun dalam memandang politik. Begitu juga masyarakat dalam beragama. Kasus yang menimpa salah satu partai dengan ‘idiologi agama’ itu membuktikan bahwa sekalipun partai itu ‘religius’, belum tentu dapat menjalan roda perpolitikan sesuai ajaran agama seperti yang digembor-gemborkannya.

Mempersiapkan Jiwa Sosial

Majalah Bakti, No. 268-THXX-Oktober 2013 Sumber: Tirtojiwo.org Mempersiapkan Jiwa Sosial Oleh Ahmad Suhendra* Idul Adha menjadi momentum pelaksanaan ibadah haji (rukun Islam yang terakhir) dan berkurban. Sehingga idul Adha juga disebut sebagai bulan haji dan Idul Qurban. Kedua ibadah itu kumpul dalam bulan yang bersamaan. Hal ini menggambarkan perlu adanya keseimbangan antara ibadah ritual dan ibadah sosial. Secara filosofis, berkurban memberikan anjuran kepada kita untuk merelakan hal-hal keduniawiaan. Bentuknya berupa pengorbanan untuk kemaslahatan umum dan berkorban di jalan Allah swt. Dengan kata lain, makna yang terkandung dalam berkurban adalah untuk senantiasa berjiwa sosial. Peduli dan empati terhadap kehidupan sekitar, serta membantu keluarga terdekat dan tetangga dalam keseusahan adalah yang ditekankan oleh Islam dalam hal ini.

Refleksi Sore

Refleksi Sore Majalah Bangkit Sore itu (24/4) di teras rumah, tiga orang santri sedang mendengarkan penjelasan pimpinan redaksi majalah bangkit. Dia menjelaskan tentang membangun peradaban maritim. Yang menarik adalah projek pemerintahan kabinet kerja ini digali dari sumber utama umat islam, al-Qur’an. “apakah di laut itu ada masjid? Atau bisa jadi ada perpustakaan?” Bagaimana respon al-Qur’an dalam membangun peradaban itu. Sahabat Usman bisa kaya itu karena dia bisa menguasai lautan. Di masa kekuasaannya Islam bisa tersiar jauh ke seberang daratan Arab. Tidak mungkin Islam sampai ke Indonesia, jika mereka tidak menguasai kemaritiman. Nah, itu semua pasti ada dalam al-Qur’an. Bagaimana al-qur’an membicarakan konsep itu? Bagaimana peradaban maritim itu dalam konteks kesejarahan Islam? Apa kontribusinya untuk pemerintahan sekarang? Pernah dengan hizb bahr? Saat itu pendiri tareqat sadziliyyah hendak ibadah ke tanah suci. Tapi di tengah samudra yang biru, beliau dihadang ole...