Langsung ke konten utama

SEHENING apa?

SEHENING apa?
Ahmad Suhendra El-Bughury

Hening jiwa terasa..,
Bagaimana ia tumbuh dan tertidur,,
Akankah akan kembali pada hati yang bersih?
Tak ada yang bisa memuntahkan keinginan jiwa ini, sepertinya begitu.

Cahaya mentaripun tak ubahnya lilin redup
Tak ada kehangatan apalagi sinar kemuning
Berangkas demi berangkas ku pelototi
Tak satupun yang memikat dan membangunkan keheninganku

Sepertinya rasa ini sudah terhipnotis oleh kefanaan
Keinginan yang tak termurnikan
Jiwa profetik yang ternodai
Keserakahan dan kesenangan telah menghalusinasikan arah

Arahku semaki kusut tak berirama
Sebuah kedigdayaan kekosongan jiwa
Walau kulitku memikat
Bagai kemilau intan permata, tapi..
Apalah arti bila hening terus menghantuinya

Kulit tak berguna jika isinya kosong
Pohon tak akan berbuah
Jika akarnya rapuh
Bunga tidak akan seindah dihadapan mata
Bila tak ada mentari yang menyinarinya



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinamisasi Politik Berjubah Agama

Dinamisasi Politik Berjubah Agama Oleh Ahmad Suhendra Keterungkapan kasus suap impor sapi oleh KPK menjadi suatu bentuk penyadaran bagi masyarakat Indonesia. Agar masyarakat Indonesia menjadi lebih cerdas dan dewasa dalam berpolitik maupun dalam memandang politik. Begitu juga masyarakat dalam beragama. Kasus yang menimpa salah satu partai dengan ‘idiologi agama’ itu membuktikan bahwa sekalipun partai itu ‘religius’, belum tentu dapat menjalan roda perpolitikan sesuai ajaran agama seperti yang digembor-gemborkannya.

Belajar Menjaga Amanah

Saat punya anak kita perlu banyak menyesuaikan diri. Kita harus pintar membagi waktu untuk buah hati. Yah, sebagai suami tak ada masalah meringankan beban istri. Hanya dengan membantu pekerjaan istri tidak akan menurunkan derajat seorang laki-laki.

Persaudaraan Berbasis Kebangsaan

Sumber: http://www.wawasanews.com Persaudaraan Berbasis Kebangsaan he Fund for Peace  menempatkan Indonesia pada peringkat 63 dalam indeks negara-negara gagal 2012. Hal itu berkaitan dengan  meningkatnya pelanggaran dan melemahnya penegakkan HAM yang berakibat lunturnya kontrak sosial. Masyarakat Indonesia yang plural baik dari segi agama, etnis, suku dan ras dihadapkan pada kondisi disintegrasi kemanusiaan. Itu terbukti dari serangkaian kasus yang terjadi di Indonesia. Terlepas dari kompleksitas yang melatarbelakangi konflik yang terjadi di berbagai daerah, sebenarnya itu semua terkait kesukuan yang bersifat klasik. Masyarakat yang bertikai lebih mengedapankan ego-etnisisme dibanding “Persatuan Indonesia” yang sudah termakdum dalam Pancasila.